Sayur Besan Khas Banten: Warisan Rasa & Simbol Tradisi
AKULINER.COM – Banten bukan hanya dikenal dengan sejarah Kesultanan dan budaya religiusnya, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner tradisional yang unik. Salah satu sajian istimewa yang jarang dikenal luas adalah Sayur Besan, hidangan berkuah santan yang sarat makna budaya dan filosofi kehidupan masyarakat setempat.
Sayur ini bukan sekadar makanan, melainkan simbol persaudaraan dan keharmonisan antar keluarga — terutama dalam momen sakral pernikahan.
Asal Usul dan Makna Filosofis
Nama “besan” merujuk pada hubungan antara dua keluarga yang dipersatukan oleh ikatan pernikahan. Dalam tradisi Betawi dan masyarakat Banten, acara ngebesan (prosesi pernikahan) sering disertai dengan penyajian hidangan khusus sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga mempelai.
Nah, Sayur Besan hadir sebagai lambang kehormatan, penghargaan, dan doa agar kedua keluarga baru hidup rukun, sejahtera, serta saling menghargai.
Hidangan ini kemudian berkembang hingga ke wilayah Banten, terutama di sekitar Kota Serang dan sekitarnya, di mana masyarakat masih mempertahankan nilai-nilai adat Betawi–Banten yang kental. Karena itulah, Sayur Besan kini diakui sebagai bagian dari warisan kuliner khas Banten.
Cita Rasa dan Bahan Utama
Keistimewaan Sayur Besan terletak pada bahan utamanya yang unik — bunga tebu muda (terubuk) atau sering disebut telur tebu. Bagian ini berbentuk seperti bonggol dengan butiran kecil di dalamnya, memberikan tekstur lembut sekaligus rasa gurih alami.
Berikut bahan khas yang digunakan dalam Sayur Besan:
- Bunga tebu (terubuk) – bahan utama yang langka dan menjadi identitas hidangan ini.
- Santan kelapa – menghasilkan kuah gurih dan lembut.
- Bumbu halus – terdiri dari bawang merah, bawang putih, kemiri, cabai merah, kunyit, lengkuas, ebi (udang kering), dan serai.
- Sayuran tambahan – seperti kentang, soun (bihun kaca), petai, kembang kol, dan daun bawang.
- Rempah daun – daun salam dan serai untuk aroma wangi yang khas.
Rasanya gurih, sedikit pedas, dan memiliki kelezatan yang khas dari perpaduan santan dan bumbu rempah Nusantara.
Proses Memasak Sayur Besan
Pembuatan Sayur Besan membutuhkan ketelatenan agar santan tidak pecah dan bumbu benar-benar meresap.
Langkah umum pembuatannya adalah sebagai berikut:
- Tumis bumbu halus (bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, kemiri, ebi) bersama lengkuas, daun salam, dan serai hingga harum.
- Tuangkan santan encer, aduk perlahan agar tidak pecah.
- Masukkan bunga tebu (terubuk), kentang, dan kembang kol. Masak hingga empuk.
- Tambahkan soun, petai, dan daun bawang menjelang matang.
- Koreksi rasa dengan garam dan sedikit gula. Sajikan hangat dengan taburan bawang goreng.
Hasilnya adalah kuah santan berwarna kuning keemasan dengan aroma rempah menggoda dan rasa yang lembut di lidah.
Sayur Besan di Banten Masa Kini
Kini, keberadaan Sayur Besan mulai langka. Salah satu penyebab utamanya adalah sulitnya mendapatkan bunga tebu (terubuk), bahan utama yang menjadi ciri khas hidangan ini.
Namun, beberapa masyarakat di Banten, terutama di daerah Serang, masih mempertahankan tradisi ini saat ada acara ngebesan atau hajatan keluarga besar.
Pemerintah daerah dan pelaku kuliner lokal juga mulai berupaya mengangkat kembali Sayur Besan sebagai ikon kuliner tradisional Banten, agar generasi muda mengenal dan melestarikan warisan kuliner leluhur mereka.
Makna Sosial dan Budaya
Sayur Besan tidak hanya mengenyangkan perut, tetapi juga mengenyangkan makna. Hidangan ini melambangkan:
- Persatuan dua keluarga melalui pernikahan.
- Keharmonisan dan kesejahteraan dalam rumah tangga baru.
- Kebersamaan dan gotong royong, karena biasanya sayur ini dimasak bersama-sama oleh keluarga besar.
Setiap bahan dalam Sayur Besan juga memiliki filosofi. Misalnya, bunga tebu yang terdiri dari butiran halus melambangkan kedekatan dan ikatan kuat antar anggota keluarga.