pelepah manuk

Rahasia Gurihnya Pelepah Manuk, Kuliner Khas dari Kupang NTT

Pelepah Manuk: Kuliner Khas Kupang yang Penuh Cita Rasa Tradisional

AKULINER.COM –  Indonesia dikenal sebagai negeri dengan kekayaan kuliner yang luar biasa. Dari ujung barat hingga timur, setiap daerah memiliki hidangan khas yang mencerminkan budaya dan karakter masyarakatnya. Salah satu kuliner yang menarik perhatian dari wilayah timur Indonesia adalah Pelepah Manuk, makanan tradisional asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Nama hidangan ini mungkin terdengar unik, namun di balik kesederhanaannya tersimpan cita rasa yang gurih, aroma yang khas, serta nilai budaya yang mendalam.

Asal-Usul dan Makna Nama

Dalam bahasa daerah setempat, kata “manuk” berarti “burung”, sedangkan “pelepah” dapat diartikan sebagai daun atau pelepah yang membungkus. Dahulu, masyarakat setempat membuat hidangan ini dengan menggunakan daging burung yang dibungkus atau dimasak bersama pelepah daun pisang, lalu dibakar di atas bara api.
Namun seiring waktu, bahan utama berubah menjadi ayam kampung, karena lebih mudah didapat dan rasanya tidak kalah lezat. Kini, istilah “Pelepah Manuk” tetap dipertahankan sebagai nama tradisional untuk menjaga identitas kuliner khas Kupang tersebut.

Bahan dan Cara Pembuatan

Pelepah Manuk dibuat dari ayam kampung yang terlebih dahulu dilumuri bumbu dan dibakar, lalu dimasak dengan santan dan rempah-rempah khas NTT. Proses pembakaran ini memberi aroma asap yang menjadi ciri utama hidangan ini.

Bahan Utama:

  • 1 ekor ayam kampung (belah dada, jangan sampai terpisah)
  • 800 ml santan kental dari kelapa tua
  • Air jeruk nipis dan garam secukupnya untuk marinasi
  • Minyak untuk menumis

Bumbu Halus:

  • 6 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 4 buah cabai merah besar
  • 2 butir kemiri sangrai
  • 1 ruas kunyit bakar
  • ½ sendok teh terasi goreng
  • Garam dan gula secukupnya

Cara Membuat:

  • Lumuri ayam dengan air jeruk nipis dan garam, diamkan sekitar 20 menit.
  • Bakar ayam di atas bara api hingga setengah matang dan beraroma harum.
  • Tumis bumbu halus hingga harum dan matang.
  • Masukkan ayam bakar ke dalam bumbu tumisan, aduk rata.
  • Tuangkan santan, masak dengan api kecil hingga bumbu meresap dan kuah mengental.
  • Angkat dan sajikan selagi hangat.

Ciri Khas dan Keunikan Rasa

Keistimewaan Pelepah Manuk terletak pada perpaduan rasa gurih santan, pedas rempah, dan aroma bakar ayam.
Teknik memasak tradisional membuat daging ayam menjadi lebih empuk, sedangkan proses pembakaran memberikan cita rasa “smoky” yang tidak bisa ditemukan pada hidangan ayam biasa.
Warna kuahnya yang kekuningan berasal dari kunyit bakar, menambah daya tarik visual serta memberi rasa yang hangat di lidah.

Nilai Budaya dan Tradisi

Pelepah Manuk tidak sekadar makanan, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya yang tinggi.
Hidangan ini kerap disajikan pada acara keluarga, perayaan adat, atau jamuan tamu penting. Proses memasaknya yang memerlukan kesabaran dan kebersamaan sering kali dilakukan secara gotong royong, mencerminkan semangat kekeluargaan masyarakat Kupang.

Selain itu, keberadaan Pelepah Manuk menunjukkan bagaimana masyarakat NTT memanfaatkan bahan lokal—seperti ayam kampung, kelapa, dan rempah—untuk menciptakan kuliner yang autentik dan bercita rasa tinggi.

Tips Penyajian

  • Sajikan Pelepah Manuk bersama nasi putih hangat atau nasi jagung, sesuai kebiasaan masyarakat NTT.
  • Tambahkan sambal lu’at, sambal khas NTT berbahan cabai dan daun lu’at, untuk menambah cita rasa pedas dan aroma khas.
  • Dapat juga disajikan bersama lalapan segar seperti daun singkong atau pepaya muda rebus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *