sambal buroq

Mengenal Sambal Buroq, Kuliner Unik dari Kulit Bawang Khas Banten

Sambal Buroq: Warisan Kuliner Unik dari Banten

AKULINER.COM – Indonesia dikenal dengan kekayaan kulinernya yang beragam dari Sabang sampai Merauke. Salah satu kuliner tradisional yang unik berasal dari daerah Banten, tepatnya di wilayah Serang dan sekitarnya — yaitu Sambal Buroq. Meski namanya terdengar asing bagi sebagian orang, sambal ini memiliki cita rasa khas dan nilai sejarah yang kuat dalam budaya masyarakat Banten, khususnya dalam tradisi keagamaan.

Asal Usul Sambal Buroq

Sambal Buroq merupakan makanan khas masyarakat Suku Baduy Luar dan masyarakat Banten pesisir, terutama yang tinggal di Kabupaten Serang. Hidangan ini biasanya disajikan saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW atau acara keagamaan lainnya.

Nama “Buroq” diyakini berasal dari kisah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, di mana Buraq adalah kendaraan Nabi menuju Sidratul Muntaha. Masyarakat Banten memberi nama ini untuk melambangkan kecepatan penyebaran berkah dan kebahagiaan, karena sambal ini dibuat dan dibagikan kepada banyak orang dalam waktu singkat selama perayaan.

Bahan dan Ciri Khas

Berbeda dengan sambal pada umumnya yang berbahan dasar cabai segar dan tomat, Sambal Buroq menggunakan kulit bawang merah sebagai bahan utama.

Bahan-bahan umum:

  • Kulit bawang merah (yang telah dicuci dan direbus hingga lembut)
  • Cabai merah besar dan rawit
  • Terasi bakar
  • Gula merah
  • Garam dan penyedap rasa
  • Sedikit asam jawa
  • Minyak untuk menumis

Ciri khas:

  • Warna sambal cenderung merah kecokelatan.
  • Teksturnya lembut namun sedikit berserat karena kulit bawang.
  • Rasanya pedas, gurih, dan sedikit manis-asam, sangat cocok sebagai lauk pendamping nasi atau ikan asin.

Cara Pembuatan

Berikut langkah-langkah sederhana dalam membuatnya:

  • Rebus kulit bawang merah hingga lunak, lalu tiriskan.
  • Haluskan cabai, terasi, gula merah, garam, dan asam jawa.
  • Tumis bumbu halus hingga harum, lalu masukkan kulit bawang merah rebus.
  • Masak hingga bumbu meresap dan tekstur sambal agak kering.
  • Sajikan dengan nasi hangat, ikan asin, atau lauk khas Banten lainnya.

Nilai Budaya dan Filosofi

Sambal Buroq tidak hanya makanan, tetapi juga simbol kebersamaan dan gotong royong. Saat Maulid Nabi, warga berkumpul membuat sambal ini bersama, kemudian membagikannya ke tetangga dan kerabat.

Filosofinya sederhana namun dalam:

“Dari kulit bawang yang biasanya dibuang, tercipta rasa nikmat — melambangkan bahwa hal kecil pun punya nilai bila dikelola dengan bijak.”

Pelestarian Kuliner Tradisional

Di tengah gempuran makanan modern, Sambal Buroq menjadi warisan kuliner yang perlu dilestarikan. Beberapa komunitas budaya dan pemerintah daerah Banten kini mulai memperkenalkan Sambal Buroq melalui festival kuliner dan promosi wisata budaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *