Ares: Kuliner Tradisional Mataram yang Kaya Rasa dan Sejarah
AKULINER.COM – Pulau Lombok dikenal dengan kekayaan kulinernya yang unik dan sarat tradisi. Salah satu hidangan khas yang paling menarik—dan jarang ditemui di luar Lombok—adalah Ares, masakan berbahan dasar batang pisang muda. Hidangan ini bukan sekadar makanan, tetapi bagian penting dari budaya masyarakat Sasak di Mataram.
Asal Usul Ares
Ares berasal dari tradisi masyarakat Sasak yang memanfaatkan seluruh bagian tanaman, termasuk batang pisang. Dahulu, Ares hanya disajikan saat acara adat, seperti pernikahan atau upacara keagamaan. Seiring waktu, Ares semakin populer dan kini bisa ditemukan di beberapa rumah makan tradisional di Lombok.
Bahan Utama: Batang Pisang Muda
Hal yang membuat Ares unik adalah penggunaan batang pisang muda (gedebok) sebagai bahan utamanya. Biasanya, jenis pisang kepok atau pisang raja dipilih karena teksturnya empuk dan rasanya tidak pahit.
Batang pisang dipotong tipis, direbus hingga lunak, lalu dimasak dengan bumbu khas.
Ciri Khas Rasa
Ares memiliki ciri khas:
- Kuah santan yang gurih
- Aroma rempah seperti lengkuas, kunyit, ketumbar, dan bawang
- Tekstur batang pisang yang lembut dan menyerap bumbu
- Sedikit rasa manis alami dari batang pisang
Beberapa versi juga menambahkan daging ayam atau sapi untuk memperkaya rasa.
Cara Penyajian
Ares umumnya disajikan panas untuk menguatkan aroma rempahnya. Biasanya dinikmati dengan:
- Nasi putih hangat
- Lauk khas Lombok seperti ayam taliwang atau plecing kangkung
Hidangan ini memberikan sensasi gurih dan segar, sangat cocok bagi mereka yang suka sajian berkuah santan namun ringan.
Makna Budaya
Bagi masyarakat Sasak, Ares bukan sekadar makanan. Hidangan ini melambangkan:
- Kebersamaan dalam acara adat
- Kesederhanaan, karena dibuat dari bahan yang dianggap “tak bernilai” tetapi justru menjadi makanan lezat
- Kecerdasan lokal dalam memanfaatkan hasil alam
Ares di Era Modern
Meski tidak sepopuler ayam taliwang, Ares tetap menjadi hidangan yang dicari wisatawan yang ingin mencoba makanan unik dan otentik dari Lombok. Beberapa restoran tradisional di Mataram mulai menghidangkannya kembali, sehingga kuliner ini tetap lestari.